Jumat, 09 Juni 2023

Particulate Matter

 

Particulate Matter

 

 


 

Halo Sobat Chemistalk!

 

       Pada topik sebelumnya, kita telah mengetahui betapa pentingnya udara bersih untuk kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi ini. Namun, apa yang akan terjadi apabila udara yang kita hirup tercemar oleh polutan tanpa kita sadari? Apa jenis polutan yang biasa mencemari udara kita? 

 

 

Simaklah artikel berikut!

 

        Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan kota-kota besar di Indonesia dan seluruh negara di dunia. Particulate Matter (PM) adalah campuran padat padat dan aerosol yang terdiri dari tetesan kecil cairan, fragmen padat kering, dan inti padat dengan pelapis cair. Partikel sangat bervariasi dalam ukuran, bentuk dan komposisi kimia, dan mungkin mengandung ion anorganik, senyawa logam, unsur karbon, senyawa organik, dan senyawa dari kerak bumi. PM dapat dipancarkan langsung dari sumber (partikel primer) atau terbentuk di atmosfer melalui reaksi kimia gas dan senyawa organik tertentu.

 

 

Perbedaan antara PM 2.5 dan PM 10:

 

 

          Berdasarkan ukurannya, PM dibagi menjadi PM 10 dan PM 2.5. PM10 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer). Sumber dari PM10 termasuk debu dari lokasi konstruksi, tempat pembuangan sampah dan pertanian, kebakaran hutan, limbah sumber industri, debu yang tertiup angin dari lahan terbuka, serbuk sari serta serpihan bakteri. Sedangkan PM 2.5 adalah polutan udara berupa debu, kotoran, jelaga maupun asap yang berukuran sangat kecil, sekitar 2.5 mikron (mikrometer). Polutan yang terdiri dari aerosol ini sebagian besar bersumber dari emisi.

 

 

Apakah dampak PM berbahaya?

 

          Polusi udara secara tidak langsung dapat menjadi penyebab kematian sekitar 4,3 juta kemaian tiap tahunnya terjadi di negara berkembang yang terjadi akibat dari terpaparnya polusi udara luar ruangan. Sesuai dengan ukurannya, PM 2.5 memiiki kemungkinan lebih besar untuk dapat masuk menembus sistem saluran pernapasan manusia dan terikat darah melalui pertukaran gas pada alveolus paru sehingga dapat menyebabkan deposit pada alveolus dan mengakibatkan kerusakan sel dibandingkan PM10. Penelitian terkait efek kesehatan akibat pencemaran udara di China menunjukkan adanya peningkatan kejadian kanker paru-paru dihubungkan dengan kandungan PAH dalam PM2.5 selama satu dekade terakhir. Partikel PM 10 memang lebih besar dari pada PM 2.5, namun bukan berarti PM10 tidak berbahaya, Paparan jangka pendek terhadap PM10 telah dikaitkan terutama dengan memburuknya penyakit pernapasan, termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang menyebabkan rawat inap dan kunjungan ke unit gawat darurat.

        Selain itu PM berdampak buruk pada ekosistem, termasuk tumbuhan, tanah, dan air melalui pengendapan PM dan selanjutnya diserap oleh tumbuhan atau pengendapannya ke dalam air yang dapat memengaruhi kualitas dan kejernihan air. Logam dan senyawa organik dalam PM memiliki potensi terbesar untuk mengubah pertumbuhan dan hasil tanaman. Dampak buruk dari PM juga mengakibatkan pemanasan global, deposisi asam, penurunan kualitas udara, dan masih banyak lagi.

 

 

Siapa yang beresiko terhadap paparan Materi Partikulat?

 

        Dalam hal ini, orang tua, anak-anak atau bayi, dan orang yang telah mengalami gangguan jantung maupun paru-paru serta orang yang memiliki profesi di luar ruangan (pedagang kaki lima) memiliki resiko terbesar terhadap paparan materi partikulat ini. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi kekebalan tubuh yang kurang stabil dan tingkat kebutuhan akan udara yang dihirup lebih banyak disbanding orang normal.

 

 

Lalu, apa yang dapat kita lakukan?

 


        Tingkat pencemaran materi partikulat sudah dapat terukur oleh Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Pemantauan ISPU ini bermanfaat untuk mengetahui seberapa baik atau buruknya kualitas udara di suatu lokasi, supaya kondisi udara bisa terjaga kualitasnya bagi kesehatan masyarakat, dengan harapan ISPU selalu pada kategori hijau dengan nilai dibawah 50. Jika nilai ISPU sudah diatas nilai baik, maka dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk dilakukannya upaya-upaya pengendalian pencemaran udara untuk menurunkan jumlah parameter pencemar yang melebihi ambang batas yang ditentukan. Untuk menjaga kualitas udara tetap baik (kategori hijau pada ISPU), kita perlu mengefisiensikan penggunaan kendaraan bermotor (gunakan kendaraan umum), tidak membakar sampah (melakukan 3R), menggunakan produk ramah lingkungan, penanaman pohon, menggunakan alat penyaring udara, pengujian emisi kendaraan dan hasil pabrik, dan lain-lain. Langkah solusi di atas tidaklah sulit untuk kita lakukan. Oleh karenanya, mari kita mulai bergerak untuk mengurangi tingkat pencemaran materi partikel dari diri kita masing-masing.

 

Semangat Sobat! ^^

 

Sumber :

https://images.app.goo.gl/gKTtsyzkKDAuStcUA 

https://katadata.co.id/intan/berita/615177e7d841c/mengenal-pm-25-dan-pm-10-partikel-berbahaya-bagi-tubuh

https://ww2.arb.ca.gov/resources/inhalable-particulate-matter-and-health

https://www.detik.com/bali/berita/d-6424426/10-cara-mengatasi-pencemaran-udara-dan-pencegahannya

https://ftsl.itb.ac.id/wp-content/uploads/sites/8/2020/06/7.-Jurnal-TL-ITB-Elsa_SD_REV1-101-120.pdf

Udara Bersih

 

Pentingnya Udara Bersih

 


 

Halo Sobat Chemistalk!

Setelah membahas sekilas mengenai “Kimia Lingkungan”. Pada artikel ini akan dibahas mengenai contoh permasalahan yang berkaitan dengan kimia lingkungan yang pertama, yaitu tentang udara bersih.

            Udara merupakan sumber alam yang paling dibutuhkan makhluk hidup terutama manusia dalam setiap harinya. Udara terdiri atas campuran gas-gas yang melingkupi permukaan bumi karena gaya gravitasi. Pada dasarnya udara di atmosfer ini tidak 100% bersih dari polutan. Adapun kandungan gas beracun yang ada di atmosfer juga tidak boleh melebihi ambang batas agar tidak berbahaya bagi kehidupan.

 

Sebenarnya, kenapa sih menjaga kualitas udara besih itu penting?

           Komposisi udara bersih dan kering, pada umumnya yaitu Nitrogen (N2) = 78,09%, Oksigen (O2) = 20,94%, Argon (Ar) = 0,93%, dan Karbon dioksida (CO2) = 0,032 %. Oksigen menjadi salah satu komponen udara di atmosfer yang memiliki peran utama dalam kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Dengan meningkatnya kualitas udara maka semakin naik pula tingkat kehidupan karena makhluk hidup memerlukan keadaan udara yang bersih dan sehat untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, terutama untuk bernafas. Banyak pihak yang membutuhkan keadaan udara yang bersih dan sehat ini terutama manusia. Manusia membutuhkan udara yang bersih untuk bernafas yang mana dihirup paru-paru. Ketika udara yang dihirup oleh manusia tidak dalam keadaan yang bersih, maka hal itu bisa membahayakan kesehatan paru-paru manusia tersebut. Manfaat dari udara bersih bagi makhluk hidup, antara lain meningkatkan kualtas kesehatan manusia; tumbuhan membutuhkan karbon dioksida untuk melakukan fotosintesis sebagai gantinya tumbuhan akan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk bernapas; kekurangan oksigen dan udara bersih akan menyebabkan makhluk hidup keracunan, kesulitan bernafas dan kesulitan untuk berkembang sehingga makhluk hidup akan punah. Untuk itu, kita seharusnya menjaga agar udara yang kita hirup untuk selalu bersih.

 

 

Lalu bagaimana cara menjaga agar udara kita tetap bersih?

 

Sekilas cara untuk menjaga kualitas udara kita, yaitu dengan mengurangi sumber polutan diantaranya menggunakan transportasi umum, kurangi aktivitas pembakaran, melakukan penghijauan, menggunakan transportasi umum, dan masih banyak lagi sobat Chemistalk.

 

 

Apakah kalian Sobat Chemistalk sudah menerapkan salah satu langkah di atas?

 

Oh iya, topik pencemaran udara akan lebih lanjut dibahas pada artikel selanjutnya ya, so stay tune!👀

 

 

 

 

 

Sumber:  


http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/6929/4/chapter%202.pdf

https://kids.grid.id/read/473299610/manfaat-udara-bersih-bagi-kehidupan-manusia-dan-hewan-apa-saja?page=all 

https://images.app.goo.gl/8QNBPCPfQivpSnDf6 

https://indonesiabaik.id/infografis/turut-jaga-kualitas-udara.

https://www.suara.com/health/2021/01/23/104000/pentingnya-udara-bersih-dan-segar-untuk-kesehatan



Kamis, 08 Juni 2023

Sekilas tentang "Kimia Lingkungan"

 

Kimia Lingkungan


Halo Sobat Chemistalk!

            Well, sebelum masuk ke topik utama terdapat 2 istilah yang perlu kita ketahui terlebih dahulu nih teman-teman. Pertama adalah Kimia. Seperti yang kita ketahui, menurut kbbi pengerian dari Kimia sendiri adalah ilmu tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur suatu zat. Kedua, Lingkungan adalah daerah (kawasan dsb.) yang termasuk didalamnya, semua yang mempengaruhi pertumbuhan manusia atau hewan. Sedangkan, Kimia Lingkungan adalah studi ilmiah terhadap fenomena kimia yang terjadi di air, udara, lingkungan darat dan kehidupan, serta efek aktivitas manusia terhadapnya. 

 

Lalu apa hubungan antara keduanya?

            Makhluk hidup di muka bumi ini memiliki lingkungan masing-masing. Satu kesatuan lingkungan ini termasuk dalam ekosistem. Sebagai mkhluk hidup di bumi ini, makhluk hidup memberikan efek terhadap lingkungan mengenai fenomena kimia yang ada. Sebagai contoh, ketika terjadi proses fotosintesis pada tumbuhan. Dalam Proses ini terjadi pengubahan senyawa air (H2O) dan karbon dioksida (CO2) dibantu oleh cahaya matahari yang diserap oleh klorofil sehingga menghasilkan senyawa glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2). Oksigen yang dihasilkan tumbuhan digunakan oleh seluruh makhluk hidup untuk bernafas dan bertahan hidup. Produksi sisa dari makhluk hidup berupa karbon oksida kembali dibutuhkan untuk proses fotosisntesis berikutnya. Itu tadi adalah salah satu contoh keterkaitan antara kimia dan lingkungan serta masih banyak lagi penerapan kimia lingkungan yang dekat dengan kita.

 

Mengapa kita perlu mempelajari kimia lingkungan?

            Adapun dampak dari keterikatan antara kimia dan lingkungan tidak hanya pada positifnya saja, namun terdapat juga dampak dampak negative yang mempu merusak kondisi lingkungan dan ekosistemnya. Seperti contoh pada saat kita membakar sampah di halaman rumah. Sampah yang dibakar mengeluarkan asap. Dalam asap tersebut terkandung karbon yang apabila dalam jumlah banyak dapat menyebabkan racun yang berdampak buruk bagi kehidupan di lingkungan tersebut. Untuk itu, dengan mempelajari kimia lingkungan diharapkan kita mampu mengetahui sifat, fungsi, dan efek berbagai reaksi kimia yang sering terjadi di lingkungan ini. Serta kita juga mampu untuk melakukan langkah terbaik demi kehidupan di bumi ini. 

 

 

Sumber :

https://kbbi.web.id/

https://www.labmutu.com/2021/11/kimia-lingkungan.html  

http://staffnew.uny.ac.id/upload/131930137/pendidikan/Kimia+Lingkungan.pdf

Bahaya Mikroplastik

   Mikroplastik Halo Sobat Chemistalk! Apakah kamu tau bahwa plastik yang terpecah menjadi partikel jauh lebih berbahaya daripada plasti...